Kuasai Skill Apapun yang Kamu Mau dengan Cara-Cara Berikut

Banyak diantara kita memiliki macam-macam hambatan dalam mempelajari keahlian tertentu. Ada orang ingin belajar alat musik, menjadi atlit olahraga yang andal, pebisnis online yang sukses, public speaker yang ternama, aktor dan aktris terkenal, ilmuwan beken, orator hebat, pemimpin yang berpengaruh, desainer yang karyanya mendunia, karyawan dengan performa tinggi dll. Tetapi mendalami keahlian itu, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Butuh kerja keras, perjuangan, dan kucuran keringat untuk mendapatkannya. Terkadang bekerja keras sudah tetapi tidak juga bisa menguasainya. Hanya sekedar bisa, tetapi belum mahir. Padahal waktu yang dihabiskan, bukanlah waktunya yang pendek.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang bagaimana menguasai apapun yang kamu mau. Kamu bisa menggunakan langkah-langkah berikut untuk mempelajari keahlian apapun. Dan kabarnya hingga menjadi pakar ahli.

Langkah 1: Ikuti kata hatimu

Sebelum memutuskan harus belajar apa dan mencari keahlian apa. Hal yang pertama kali kita harus lakukan adalah mengobservasi diri sendiri. Menanyakan pada diri, “Apa yang membuat saya bahagia?”

“Pekerjaan apa yang membuat saya bahagia?”

“Pekerjaan apa yang aku sukai?”

Pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting untuk dicari jawabannya untuk mengetahui apa yang menjadi hobi kita, apa passion kita, dan apa motivasi hidup kita. Carilah alasan untuk mengerjakannya, bukan karena terpaksa, dan juga bukan soal uang, pekerjaan, ketenaran, dan pengakuan. Carilah yang benar benar murni dari hati. Semua itu penting menjadi motivasi kita ketika mulai lemah dalam mengeksekusi ide nantinya.

Contoh: Menjadi pengusaha karena ingin membantu orang lain memenuhi kebutuhannya. Ingin menjadi public speaker karena ingin mengajarkan ilmu secara komunikatif. Menjadi gitaris untuk memberikan nuansa nada yang dapat menghibur orang lain.

Langkah 2: Melakukannya dengan ulet

Setelah tahu motivasi terbesar dalam hidup kita dan apa yang harus kita lakukan. Sudah saatnya kita merealisasikannya. Pastikan membaca buku buku terkait dahulu. Tanya langsung pada pakar ahli dalam bidang itu. Pelajari langkah langkahnya. Lalu lakukan sendiri dan bereksperimenlah.

Kita tahu, mendapatkan keahlian tertentu hingga mahir butuh proses dan waktu yang panjang. Ada aturan tentang 10.000 jam untuk benar benar dikatakan pakar. Harus punya pengetahuan dalam, melakukannya sendiri, dan melakukan proses kreatif untuk menghasilkan karya besar yang belum pernah ada sebelumnya.

Langkah 3: Cari mentor

Waktu kita terbatas. Kita tidak punya banyak waktu untuk melakukan sesuatu sendiri dan mencoba-coba sendiri. Terlalu banyak yang akan sia sia nantinya. Ada jalan pintas untuk mendapatkan keahlian itu dengan cara belajar dengan mentor. Mentor adalah seseorang yang sudah lebih dulu terjun dalam bidang itu, bertahun tahun, dan telah menjadi pakar.

Tetapi perlu menjadi catatan, jangan sampai kita berlindung dari payung kebesaran dan ketenaran mentor. Pastikan kita menyerap semua ilmunya. Dan tujuan kita adalah melampaui pencapaian mentor dengan cara meramu ulang ilmu yang kita dapatkan. Bukan malah kerdil dan menjiplak semuanya.

Langkah 4: Mengatasi rasa sakit

Tidak dapat dipungkiri, kita hidup di lingkungan sosial. Ada banyak hambatan sosial yang akan kita hadapi dalam mengasah kemampuan kita. Tiap hari ada yang nyinyir dan psimis terhadap apa yang kita lakukan. Terkadang kita iri dengan pencapaian orang lain, kaku pada perubahan, terpaku pada idealisme, atau juga terlalu menginginkan kesesuaian dengan lingkungan, hanya berusaha meningkatkan keberterimaan kita dalam masyarakat, kadang juga malas, kadang juga marah tanpa arah pada orang lain yang mengejek kita, dll.

Kita harus memiliki social intelligence yang tinggi dalam hal ini. Kita harus mengatasi masalah sosial yang ada. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa keahlian dan produk dari keahlian kita adalah untuk misi sosial juga. Karya dan keahlian besar biasanya bukan hanya berdampak bagi diri penciptanya saja, tetapi dampak luas bagi masyarakat. Kita butuh orang lain dan kita harus menjaga hubungan baik dengan mereka tanpa mengganggu kualitas keahlian yang hendak kita kuasai.

Langkah 5: Membangkitkan kecerdasan aktif-kreatif

Pada dasarnya, langkah satu sampai empat adalah bagaimana kita membangun kebiasaan. Yang mana kebiasaan itu akan memunculkan intuisi. Jika kita terus mengulang-ulang pemahaman kita tentang skill tertentu dan melakukannya dalam waktu yang lama, maka alam bawah sadar kita akan mengendalikan tubuh dengan reflek yang mengagumkan.

Misalkan belajar gitar selama 5 tahun bersama guru yang sudah terasah kemampuannya, akan menghasilkan tarian jari jemari diatas chord yang sudah lemah gemulai. Karena terus diasah. Semuanya begitu, menjadi graphic designer, menendang bola di lapangan, memasukkan bola basket, berbicara di depan umum, bermain piano, berdagang di marketplace online, dll.

Setelah intuisi itu terbangun. Saatnya kita mengasah rasionalitas otak kita dengan membangkitkan kecerdasan aktif-kreatif. Apa itu kecerdasan aktif-kreatif adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda. Aktif karena kita lakukan sendiri. Dan kreatif karena sisi lain yang tak mungkin dilihat orang, kita bisa lihat. Dan langkah menuju penguasaan dan kepakaran sudah didepan mata.

Langkah 6: Menggabungkan intuisi dengan rasionalitas otak

Ketika intuisi yang dibangun dalam waktu yang lama digabungkan dengan rasionalitas otak yang tajam, maka karya besar yang mencengangkan akan dapat muncul ke permukaan. Bahkan kadang itu menghampiri tanpa kita sadari.

Proses penguasaan keahlian inilah yang juga terjadi pada penemu besar dalam sejarah umat manusia, seperti: Leonardo da Vindi, Thomas Alfa Edison, Albert Einstein, Michael Faraday, Charles Darwin, Mozart, Wolfgang von Goethe, Marie Curie, Benyamin Franklin, Shakespear, Buckminister fuller, Henry Ford, dan Freddie Roach.

Terakhir, menjadi pakar yang menguasai keahlian tertentu dan menghasilkan karya besar dalam bidang itu dibutuhkan pengetahuan yang dalam, praktek yang konsisten dalam waktu yang lama, belajar dengan guru yang andal, kemampuan mengatasi rasa sakit dalam hubungan sosial. Dan gabungan antara intuisi yang diasah dalam waktu yang lama dengan rasionalitas pikiran aktif-kreatif akan membuat semuanya menjadi mengagumkan.

Buku “Mastery” karya Robert Greene (Gambar dari Amazon)

Jika kalian berniat untuk mengikuti jejak sukses para master tersebut, anda dapat membaca bukunya disini, di amazon: https://amzn.to/2NpqeNG

Ada hardcopy, e-book, dan audiobook.

Mengendalikan Perubahan

Dunia sedang bergerak cepat. Perubahan di era informasi ini terjadi dengan peningkatan eksponensial. Sains dan teknologi terus berkembang pesat ditunjang dengan pertukaran informasi yang mudah dan masif.

Penemuan-penemuan baru terus terjadi. Penemuan yang membuat manusia merasa hidupnya lebih mudah. Manusia menciptakan robot perangkat mati yang bisa berpikir dan belajar dari pengalaman, mobil listrik yang bisa menyetir sendiri, produksi massal pangan yang lebih cepat, handphone yang screennya bisa dilipat, charger nirkabel, dll.

Sebagai pekerja dan pelajar, kita tidak bisa terus berada dalam lingkaran siklus rutinitas yang menjemukan. Kalau kita terus nyaman dengan cara lama, tentu perubahan jaman akan menggilas kita semua. Kita harus terus mengendus perubahan yang ada. Terus menganalisis relevansi kita dengan ketersediaan dan kebutuhan job market yang ada.

Kita harus mengikuti perubahan. Dan harus bisa menari nari diatas perubahan. Jangan sampai perubahan menjadi rintangan, masalah, dan penghambat kesuksesan kita, serta penyebab keterpurukan kita di kemudian hari. Jadikan perubahan sebagai peluang untuk kita ambil manfaatnya. Setiap apa yang terjadi di muka bumi bukan tanpa hikmah.

Selamat memetik hikmah dari apapun yang terjadi di hidup kita.

Semoga bermanfaat.

Konten Kreator Youtube

Semenjak pertama kali di-release pada tahun 2005, Youtube terus meroket merajai jagat internet di dunia. Bayangkan, setiap menit ada 100 jam video di-upload ke Youtube. Terdapat 1 miliar pengunjung unik setiap bulan. Dan 1 miliar view Youtube setiap hari berasal dari perangkat mobile seperti smartphone. Dan 6 Milyar jam video ditonton oleh penduduk dunia setiap bulannya.

Begitu mencengangkan, bukan?

Sebagai penonton, kita tentu tidak bisa diam ketika Youtube mulai dipenuhi oleh berita sampah, informasi dangkal, sensasional, berbau porno, dan konten tidak mendidik. Kita tidak bisa terus menerus menyalahkan jika orang hanya terhibur secara materiil oleh video-video Youtube.

Jika kita, orang yang penduli terhadap pendidikan generasi penerus bangsa, terus menerus diam, mengeluh, dan memaki, ekosistem Youtube akan terus seperti ini.

Oleh karena itu, kami berinisiatif memulai channel youtube edukasi di Indonesia. Berharap kebaikan kebaikan kecil ini menjadi besar di kemudian hari.

Kalian para pembaca juga bisa berkontribusi mendukung channel edukasi Indonesia dengan follow dan subscribe channel yang memang benar benar bagus.

Terima kasih.

Sampai jumpa di video berikutnya.

Welcome, Master

Blog The School of Master adalah kepanjangan tangan dari channel youtube The School of Master. Channel tersebut bergenre edukasi tentang mindset dan skill set menuju penguasaan dan kepakaran dalam kehidupan. Blog ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan dari Channel tersebut.

Beberapa materi, script, dan penjelasan lebih lanjut akan hadir disini.

Youtube: https://bit.ly/2Lgne2s

Kami juga hadir di instagram.com/theschoolofmaster

Jika dirasa bermanfaat, silakan follow dan subscribe ya.

Terima kasih.